Rabu, 03 Oktober 2012

Berhubungankah: Ejakulasi Dini dan Masturbasi?



Seorang pria dikatakan mengalami ejakulasi dini jika pria tersebut berejakulasi terlalu cepat atau sebelum pria tersebut ingin ejakulasi. Terlalu cepat yang dimaksud adalah ejakulasi terjadi sebelum hubungan seksual  dilakukan, tepat setelah penetrasi seksual, ataupun sebelum pria tersebut dan pasangannya merasa puas terhadap hubungan seks yang dilakukan. Tentu hal ini menjadi sesuatu yang tidak diinginkan oleh seorang pria dan jika berkelanjutan dapat menjadi masalah dalam kehidupan seksualnya. Oleh karena itu, untuk mencegah terjadinya ejakulasi dini, perlu diketahui beberapa hal yang dapat menjadi pencetusnya. Penyebab yang paling sering ditemukan adalah faktor psikis, yaitu stres dan cemas.
Masturbasi adalah salah satu cara seseorang untuk memenuhi kebutuhan seksualnya. Selain itu, masturbasi juga memiliki efek-efek positif lainnya, seperti: meningkatkan kualitas tidur dan meningkatkan produksi endorphin dalam tubuh. Meskipun hal ini merupakan suatu perilaku seks yang wajar untuk dilakukan, masturbasi yang berlebihan dapat menimbulkan ketidakseimbangan psikologis dan fisiologis.
Saat masturbasi, fungsi saraf parasimpatik akan terstimulasi. Stimulasi yang berlebihan akan mengakibatkan produksi hormon seks dan beberapa zat dalam otak, seperti: asetilkolin, dopamin, dan serotonin. Berdasarkan hal tersebut, beberapa ahli menyimpulkan bahwa masturbasi yang berlebihan dapat menyebabkan ejakulasi dini. Namun, beberapa ahli tidak setuju dengan pendapat tersebut, sehingga hubungan antara masturbasi dan ejakulasi dini masih menjadi topik perdebatan para ahli dan belum dapat disimpulkan secara pasti.
Walaupun demikian, dapat disimpulkan bahwa masturbasi yang berlebihan sebaiknya dihindari karena dapat menimbulkan efek negatif pada tubuh. Selain itu, seseorang yang mengalami ejakulasi dini, sebaiknya memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebab dan cara mengatasinya.

Sumber:



Tidak ada komentar:

Posting Komentar