Minggu, 26 Agustus 2012

Kanker Serviks – Pengertian, Penyebab, Tanda-Tanda, Cara Mencegah Kanker Serviks

Apakah sebenarnya kanker serviks?
Kanker Serviks bisa juga di sebut kanker leher rahim, atau kanker mulut rahim. Kanker ini merupakan kanker yang menyerang kaum wanita. kanker leher rahim terjadi di bagian organ reproduksi seorang wanita. Leher rahim adalah bagian yang sempit di sebelah bawah antara vagina dan rahim seorang wanita. Di bagian inilah tempat terjadi dan tumbuhnya kanker serviks. Serviks merupakan bagian rahim yang berhubungan dengan vagina.
Sebeberapa bahaya penyakit kanker serviks ini?
Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, saat ini penyakit kanker serviks menempati peringkat teratas di antara berbagai jenis kanker yang menyebabkan kematian pada perempuan di dunia. Di Indonesia, setiap tahun terdeteksi lebih dari 15.000 kasus kanker serviks. Sekitar 8000 kasus di antaranya berakhir dengan kematian. Menurut WHO, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita kanker serviks yang tertinggi di dunia. Mengapa bisa begitu berbahaya? Pasalnya, kanker serviks muncul seperti musuh dalam selimut. Sulit sekali dideteksi hingga penyakit telah mencapai stadium lanjut.
Apa sebenarnya penyebab kanker serviks ini?
Kanker serviks cenderung muncul pada perempuan berusia 35-55 tahun, namun dapat pula muncul pada perempuan dengan usia yang lebih muda. Penyebab dari kanker ini adalah virus yang dikenal sebagai Human papilloma virus (HPV), yaitu sejenis virus yang menyerang manusia. Jenis virus HPV yang menyebabkan kanker serviks dan paling fatal akibatnya adalah virus HPV tipe 16 dan 18. Namun, selain disebabkan oleh virus HPV, sel-sel abnormal pada leher rahim juga bisa tumbuh akibat paparan radiasi atau pencemaran bahan kimia yang terjadi dalam jangka waktu cukup lama.

Bagaimana tanda-tanda kanker serviks ?
Sering kali kanker serviks tidak menimbulkan gejala. Namun bila sudah berkembang menjadi kanker serviks, barulah muncul gejala-gejala seperti pendarahan serta keputihan pada vagina yang tidak normal, sakit saat buang air kecil dan rasa sakit saat berhubungan seksual. HPV dapat menginfeksi semua orang karena HPV dapat menyebar melalui hubungan seksual. Wanita yang berhubungan seksual dibawah usia 20 tahun serta sering berganti pasangan beresiko tinggi terkena infeksi.
Gejala kanker serviks tingkat lanjut :
  • Munculnya rasa sakit dan perdarahan saat berhubungan intim (contact bleeding).
  • Keputihan yang berlebihan dan tidak normal.
  • Perdarahan di luar siklus menstruasi.
  • Penurunan berat badan drastis.
  • Apabila kanker sudah menyebar ke panggul, maka pasien akan menderita keluhan nyeri punggung
  • juga hambatan dalam berkemih, serta pembesaran ginjal.
Bagaimana mencegah Kanker serviks?
Saat ini kanker serviks dapat dicegah dengan pemberian vaksin HPV. Langkah ini dapat membantu memberikan perlindungan terhadap beberapa tipe HPV yang dapat menyebabkan masalah dan komplikasi seperti kanker serviks dan genital warts. Vaksin ini sebaiknya diberikan pada perempuan muda sedini mungkin, karena tingkat imunisasi tubuh serta pertumbuhan dan reproduksi sel di area serviks masih sangat baik. Vaksin pencegah infeksi HPV tipe 16 dan 18 bekerja dengan cara meningkatkan kekebalan tubuh dan menangkap virus sebelum memasuki sel-sel serviks. Selain membentengi dari penyakit kanker serviks, vaksin ini juga bekerja ganda melindungi perempuan dari ancaman HPV tipe 6 dan 11 yang menyebabkan kutil kelamin. Yang perlu ditekankan adalah, vaksinasi ini baru efektif apabila diberikan pada perempuan berusia 9 sampai 26 tahun yang belum aktif secara seksual. Vaksin diberikan sebanyak 3 kali dalam jangka waktu tertentu. Dengan vaksinasi, risiko terkena kanker serviks bisa menurun hingga 75%.
Vaksin ini telah diujikan pada ribuan perempuan di seluruh dunia. Hasilnya tidak menunjukkan adanya efek samping yang berbahaya. Efek samping yang paling sering dikeluhkan adalah demam dan kemerahan, nyeri, dan bengkak di tempat suntikan. Efek samping yang sering ditemui lainnya adalah berdarah dan gatal di tempat suntikan. Vaksin ini sendiri tidak dianjurkan untuk perempuan hamil. Namun, ibu menyusui boleh menerima vaksin ini.
Pencegahan Lainnya bisa di lakukan sebagai berikut:
  •    Tidak berhubungan intim dengan pasangan yang berganti-ganti (Say no to Free Sex)
  •    Rajin melakukan pap smear setiap dua tahun sekali bagi yang sudah aktif secara seksual
  •    Melakukan vaksinasi HPV bagi yang belum pernah melakukan kontak secara seksual
  •    Tidak merokok & Memelihara kesehatan tubuh
Mau Pilih mana? mencegah dengan vaksinasi atau anda memilih pengangkatan rahim, radiasi dan kemoteraphy yang masih juga belum ada jaminan sembuh? Lebih baik mencegah daripada mengobati kanker serviks bukan?

Sabtu, 25 Agustus 2012

AWAS BAHAYA PEMBALUT WANITA !!!


 Cara Pengujian Kualitas Pembalut:

  1. Sobek produk pembalut anda, ambil bagian inti di dalamnya.
  2. Ambil segelas air putih. Usahakan gunakan gelas transparan sehingga lebih jelas.
  3. Ambil sebagian dari lembaran inti pembalut & celupkan ke dalam gelas, aduk dengan sumpit.
  4. Lihat perubahan warna air.
  5. Apakah produk tersebut utuh atau hancur seperti pulp. Jika hancur dan airnya keruh, berarti anda menggunakan produk yang berkualitas buruk dan banyak mengandung pemutih.
  6. Anda akan temukan gulungan kertas dan bukan kapas
  7. Dari produk yang berkualitas buruk ? tersebut mengandung dioksin yang sering menyebabkan bagian intim organ kewanitaan selalu mengalami banyak masalah, seperti keputihan, gatal-gatal, iritasi, juga pemicu terjadinya kanker serviks.

Sumber Cara Pengujian Kualitas Pembalut: http://pembalutwanita.com/

Apakah Anda Mengalami Masalah Mabuk Dalam Perjalanan???

Saat Ini sedang Ramai Arus Balik Mudik Lebaran, Bagi Kalian yang mempunyai masalah mabuk perjalanan Saya akan membagi sedikit Tips agar anda nyaman dalam perjalanan... (。❤‿❤。) Check This out:

Mabuk kendaraan bisa terjadi pada semua jenis transportasi seperti kereta api, kapal laut, pesawat udara, bahkan di wahana permainan. Mabuk perjalanan terjadi krn adanya "miss komunikasi" antara pusat keseimbangan di telinga, dengan mata dan otak saat bergerak. Tahapan mabuk perjalanan Rasa tidak nyaman lalu keringat dingin terus pusing dan diakhiri dengan mual dan muntah.  Gejala mabuk perjalanan akan berhenti sendiri begitu kendaraan atau pergerakan berhenti.
  1. Saat di kapal laut, mintalah tempat duduk di depan atau dekat dengan batas air laut utk  mengurangi potensi mabuk.
  2. Saat di pesawat udara, mintalah tempat duduk yang dekat dengan sayap untuk mengurangi potensi mabuk. Begitu  duduk di dalam pesawat udara, arahkan udara ventilasi ke wajah untuk mengurangi potensi mabuk.
  3. Saat naik kereta api, mintalah tempat duduk yang menghadap ke depan dan dekat dengan jendela utk mengurangi potensi mabuk.
  4. Saat naik mobil, mintalah duduk di depan utk mengurangi potensi mabuk.
Bila anda sering mabuk perjalanan, pandanglah horizon atau benda yang jauh dan diam. Jangan mmbaca/main HP. usahakan kepala dalam keadaan diam saat bersandar di kursi penumbang. jangan merokok atau duduk dekat dengan orang yang merokok.  jangan memakan makanan pedas, berminyak dan alkohol sebelum dan selama perjalanan.  jangan juga makan berlebihan atau kekenyangan sebelum dan selama perjalanan. Dan yang terpenting jangan lupa  minumlah obat anti histamin, 30 atau 60 menit sebelum perjalanan shg anda mengantuk di jalan. Minum minuman berkarbonasi bisa membantu mengurangi keluhan perut saat mabuk perjalanan.

Sekian Tentang Mabuk Perjalan  Selamat Mudik dan Semoga Selamat Sampai Tujuan.
Semoga Perjalanan Anda Menyenangkan. ^_^

Jumat, 24 Agustus 2012

Apa Itu Rumput Fatimah?

Rumput Fatimah dikenal dengan nama latin (Labisa pumila) dikenal sebagai tanaman yang membantu proses memperlancar kelahiran. Menurut hasil penelitian, rumput Fatimah memiliki kandungan hormon serupa dengan oksitosin. Oksitoksin merupakan zat yang digunakan oleh tubuh untuk merangsang kontraksi rahim, sehingga dipercaya dapat mempercepat persalinan. Zat sejenis oksitoksin yang terkandung di dalam rumput fatimah sama seperti obat yang diberikan untuk menginduksi ibu hamil agar terjadi kontraksi. Biasanya, rumput Fatimah ini direndam dalam air hingga mengembang, kemudian air rendamannya diminum. Namun hal ini jelas salah, karena Kandungan oksitosin tersebut dosisnya tidak dapat diukur. Tumbuhan ini dipakai dengan cara akarnya direndam. Air rendaman inilah yang diminum. Semakin lama direndam, kadar oksitosin yang terlarut pun semakin pekat. Dosisnya bisa jadi berlipat-lipat. Pada obat-obat modern, masalah kelebihan dosis tidak terjadi bahkan semua komposisi bahan aktifnya jelas dan dosisnya pun terukur. Sehingga efeknya bisa jadi sangat berbahaya jika kita salah dalam dosis dan aturan meminumnya.
Minum rendaman akar rumput fatimah ini akan menimbulkan masalah, Jika mulut rahim belum terbuka, efek kuat kontraksi ini bisa berbahaya. Risikonya dapat menimbulkan pendarahan akibat kontraksi rahim sehingga menyebabkan pecahnya pembuluh-pembuluh darah dan stres otot. Kontraksi yang ditimbulkan akan sangat tinggi, tanpa ada jeda waktu istirahat. Yang sering terjadi, para ibu hamil sudah meminumnya dari rumah. Alhasil, kontraksinya benar-benar kencang. Tapi pembukaannya tidak sesuai dengan kontraksinya. Efeknya berbeda-beda, untuk ibu yang pembukaannya sudah hampir sempurna memang dapat membantu mempercepat kelahiran, namun bagi yang pembukaannya masih awal tentu tidak sesuai dengan kontraksi yang hebat tersebut. Jika tidak tahan akan kontraksi, ibu akan terus-terusan mengejan padahal pembukaan masih sedikit, sehingga besar kemungkinan rahim akan robek. Selain itu akan terjadi perdarahan setelah melahirkan, atau bahkan kematian pada janin.
Rumput Fatimah dianjurkan untuk dikonsumsi saat mendekati waktu kelahiran yakni ketika istilah pembukaan sudah berada di atas enam,bukan pada saat air ketuban pecah. Jika rumput fatimah dikonsumsi sebelum pembukaan keenam terjadi, dikhawatirkan dapat terjadi kontraksi yang abnormal atau pemaksaan yang dapat memberi dampak buruk, seperti robekan pada dinding rahim dan pendarahan hebat.
Bagi Anda yang ingin mengonsumsi rumput fatimah, sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter, apakah rumput fatimah cocok dengan kondisi Anda atau sebaliknya. Jangan heran jika banyak dokter akan melarang penggunaannya karena di khawatirkan akan berbahaya bagi sang ibu dan buah hati.

Kamis, 23 Agustus 2012

JENIS-JENIS CAIRAN INFUS

ASERING
Indikasi:
Dehidrasi (syok hipovolemik dan asidosis) pada kondisi: gastroenteritis akut, demam berdarah dengue (DHF), luka bakar, syok hemoragik, dehidrasi berat, trauma.

Setiap liter asering mengandung:
  • Na 130 mEq
  •  K 4 mEq
  •  Cl 109 mEq
  • Ca 3 mEq
  •  Asetat (garam) 28 mEq
Keunggulan:
  • Asetat dimetabolisme di otot, dan masih dapat ditolelir pada pasien yang mengalami gangguan hati.
  • Pada pemberian sebelum operasi sesar, RA mengatasi asidosis laktat lebih baik dibanding RL pada neonatus.
  • Pada kasus bedah, asetat dapat mempertahankan suhu tubuh sentral pada anestesi dengan isofluran
  • Mempunyai efek vasodilator
  • Pada kasus stroke akut, penambahan MgSO4 20 % sebanyak 10 ml pada 1000 ml RA, dapat meningkatkan tonisitas larutan infus sehingga memperkecil risiko memperburuk edema serebral

KA-EN 1B
Indikasi:

  • Sebagai larutan awal bila status elektrolit pasien belum diketahui, misal pada kasus emergensi (dehidrasi karena asupan oral tidak memadai, demam)
  • < 24 jam pasca operasi
  • Dosis lazim 500-1000 ml untuk sekali pemberian secara IV. Kecepatan sebaiknya 300-500 ml/jam (dewasa) dan 50-100 ml/jam pada anak-anak
  • Bayi prematur atau bayi baru lahir, sebaiknya tidak diberikan lebih dari 100 ml/jam
KA-EN 3A & KA-EN 3B
Indikasi:

  • Larutan rumatan nasional untuk memenuhi kebutuhan harian air dan elektrolit dengan kandungan kalium cukup untuk mengganti ekskresi harian, pada keadaan asupan oral terbatas
  • Rumatan untuk kasus pasca operasi (> 24-48 jam)
  • Mensuplai kalium sebesar 10 mEq/L untuk KA-EN 3A
  • Mensuplai kalium sebesar 20 mEq/L untuk KA-EN 3B
KA-EN MG3
Indikasi :
  • Larutan rumatan nasional untuk memenuhi kebutuhan harian air dan elektrolit dengan kandungan kalium cukup untuk mengganti ekskresi harian, pada keadaan asupan oral terbatas
  • Rumatan untuk kasus pasca operasi (> 24-48 jam)
  • Mensuplai kalium 20 mEq/L
  • Rumatan untuk kasus dimana suplemen NPC dibutuhkan 400 kcal/L
KA-EN 4A
Indikasi :
  • Merupakan larutan infus rumatan untuk bayi dan anak
  • Tanpa kandungan kalium, sehingga dapat diberikan pada pasien dengan berbagai kadar konsentrasi kalium serum normal
  • Tepat digunakan untuk dehidrasi hipertonik
Komposisi (per 1000 ml):
  • Na 30 mEq/L
  • K 0 mEq/L
  • Cl 20 mEq/L
  • Laktat 10 mEq/L
  • Glukosa 40 gr/L
KA-EN 4B
Indikasi:
  • Merupakan larutan infus rumatan untuk bayi dan anak usia kurang 3 tahun
  • Mensuplai 8 mEq/L kalium pada pasien sehingga meminimalkan risiko hipokalemia
  • Tepat digunakan untuk dehidrasi hipertonik
Komposisi:
  • Na 30 mEq/L
  • K 8 mEq/L
  • Cl 28 mEq/L
  • Laktat 10 mEq/L
  • Glukosa 37,5 gr/L
Otsu-NS
Indikasi:
  • Untuk resusitasi
  • Kehilangan Na > Cl, misal diare
  • Sindrom yang berkaitan dengan kehilangan natrium (asidosis diabetikum, insufisiensi adrenokortikal, luka bakar)
Otsu-RL
Indikasi:
  • Resusitasi
  • Suplai ion bikarbonat
  • Asidosis metabolik
MARTOS-10
Indikasi:
  • Suplai air dan karbohidrat secara parenteral pada penderita diabetik
  • Keadaan kritis lain yang membutuhkan nutrisi eksogen seperti tumor, infeksi berat, stres berat dan defisiensi protein
  • Dosis: 0,3 gr/kg BB/jam
  • Mengandung 400 kcal/L
AMIPAREN
Indikasi:
  • Stres metabolik berat
  • Luka bakar
  • Infeksi berat
  • Kwasiokor
  • Pasca operasi
  • Total Parenteral Nutrition
  • Dosis dewasa 100 ml selama 60 menit
AMINOVEL-600
Indikasi:
  • Nutrisi tambahan pada gangguan saluran GI
  • Penderita GI yang dipuasakan
  • Kebutuhan metabolik yang meningkat (misal luka bakar, trauma dan pasca operasi)
  • Stres metabolik sedang
  • Dosis dewasa 500 ml selama 4-6 jam (20-30 tpm)
PAN-AMIN G
Indikasi:
  • Suplai asam amino pada hiponatremia dan stres metabolik ringan
  • Nitrisi dini pasca operasi
  • Tifoid

Rabu, 22 Agustus 2012

Saliva Test Could Help Catch Early Breast Cancer

Screening Envisioned for Developing World Where Mammograms are Rare
By Will Dunham

WASHINGTON - Scientists in the United States are developing a screening test for breast cancer that checks a woman's saliva for evidence of the disease to help find tumors early, when they are most treatable.
In research published on Thursday, the scientists said they identified 49 proteins in saliva that the screening test would track to distinguish healthy women from those with benign breast tumors and those with malignant breast tumors.
Breast cancer triggers a change in the type and amount of proteins in secretions from the salivary glands, said Charles Streckfus, a professor of diagnostic sciences at the University of Texas Dental Branch at Houston.
The proteins are produced by tumor cells and affect cell growth, cell metabolism and cell self-destruction — all of which go awry in cancer, Streckfus said. Streckfus and colleagues tested saliva from 30 women — 10 healthy women, 10 with malignant breast cancer and 10 with benign breast tumors.The pattern of proteins is different in each of the three groups, the researchers reported in the journal Cancer Investigation.More work needs to be done before a screening test based on these proteins can be made available to the public, Streckfus said. But U.S. government approval for the test may be sought within five years, he added.
Focus on developing countries
Mammography and breast self-examination for tumors are leading methods used for early detection of breast cancer. But Streckfus said mammograms — X-rays of the breasts — are too expensive in many developing countries and a cheap, easy-to-perform screening test would be valuable.
"On a global perspective, mammography is not very common," Streckfus said in a telephone interview. "Even in our neighbor Mexico, there are very few mammography centers around". Streckfus said he envisioned a saliva test as a quick, inexpensive and simple screening method. In developed countries like the United States, such a test could complement existing screening methods, he added. Breast cancer is the leading cause of cancer death among women worldwide, according to the American Cancer Society.
The organization estimated that about 465,000 women died from it globally in 2007, with 1.3 million new cases diagnosed. Declining death rates from breast cancer in developed countries have been attributed to early detection through mammography screening and to improved treatment, the organization said.
The American Cancer Society recommends women age 40 and older get a mammogram every year. Streckfus said the new test could be done more frequently to find tumors that might arise between mammograms.
Other researchers last week said they were developing a saliva test to screen for head and neck cancers. Their test also was years away from being available to the public.