Jumat, 24 Agustus 2012

Apa Itu Rumput Fatimah?

Rumput Fatimah dikenal dengan nama latin (Labisa pumila) dikenal sebagai tanaman yang membantu proses memperlancar kelahiran. Menurut hasil penelitian, rumput Fatimah memiliki kandungan hormon serupa dengan oksitosin. Oksitoksin merupakan zat yang digunakan oleh tubuh untuk merangsang kontraksi rahim, sehingga dipercaya dapat mempercepat persalinan. Zat sejenis oksitoksin yang terkandung di dalam rumput fatimah sama seperti obat yang diberikan untuk menginduksi ibu hamil agar terjadi kontraksi. Biasanya, rumput Fatimah ini direndam dalam air hingga mengembang, kemudian air rendamannya diminum. Namun hal ini jelas salah, karena Kandungan oksitosin tersebut dosisnya tidak dapat diukur. Tumbuhan ini dipakai dengan cara akarnya direndam. Air rendaman inilah yang diminum. Semakin lama direndam, kadar oksitosin yang terlarut pun semakin pekat. Dosisnya bisa jadi berlipat-lipat. Pada obat-obat modern, masalah kelebihan dosis tidak terjadi bahkan semua komposisi bahan aktifnya jelas dan dosisnya pun terukur. Sehingga efeknya bisa jadi sangat berbahaya jika kita salah dalam dosis dan aturan meminumnya.
Minum rendaman akar rumput fatimah ini akan menimbulkan masalah, Jika mulut rahim belum terbuka, efek kuat kontraksi ini bisa berbahaya. Risikonya dapat menimbulkan pendarahan akibat kontraksi rahim sehingga menyebabkan pecahnya pembuluh-pembuluh darah dan stres otot. Kontraksi yang ditimbulkan akan sangat tinggi, tanpa ada jeda waktu istirahat. Yang sering terjadi, para ibu hamil sudah meminumnya dari rumah. Alhasil, kontraksinya benar-benar kencang. Tapi pembukaannya tidak sesuai dengan kontraksinya. Efeknya berbeda-beda, untuk ibu yang pembukaannya sudah hampir sempurna memang dapat membantu mempercepat kelahiran, namun bagi yang pembukaannya masih awal tentu tidak sesuai dengan kontraksi yang hebat tersebut. Jika tidak tahan akan kontraksi, ibu akan terus-terusan mengejan padahal pembukaan masih sedikit, sehingga besar kemungkinan rahim akan robek. Selain itu akan terjadi perdarahan setelah melahirkan, atau bahkan kematian pada janin.
Rumput Fatimah dianjurkan untuk dikonsumsi saat mendekati waktu kelahiran yakni ketika istilah pembukaan sudah berada di atas enam,bukan pada saat air ketuban pecah. Jika rumput fatimah dikonsumsi sebelum pembukaan keenam terjadi, dikhawatirkan dapat terjadi kontraksi yang abnormal atau pemaksaan yang dapat memberi dampak buruk, seperti robekan pada dinding rahim dan pendarahan hebat.
Bagi Anda yang ingin mengonsumsi rumput fatimah, sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter, apakah rumput fatimah cocok dengan kondisi Anda atau sebaliknya. Jangan heran jika banyak dokter akan melarang penggunaannya karena di khawatirkan akan berbahaya bagi sang ibu dan buah hati.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar